JellyPages.com

Sebelum Mulai, Ucapin Salam Dulu Yuuuuukkk...

Sebelum Mulai, Ucapin Salam Dulu Yuuuuukkk...

Senin, 30 Juni 2014

Sebuah Nama, Sebuah Kisah : Umi Kalsum


Umi Kalsum. Nama yang gue kenal secara gak sengaja. Waktu itu, sekitar tahun 2003.
Karna melanggar sebuah aturan, gue harus menerima sanksi. Gue yang waktu itu aktif di salah satu ekskul yaitu Pramuka, tidak hadir tanpa keterangan dalam latihan yang rutin digelar setiap hari Sabtu pukul 14.00 wib. Pada hari Senin, kami orang2 si pelanggar aturan ini dikumpulkan di tengah lapangan. Ternyata gak cuma gue yang suka melanggar aturan sekolah ini, hampir separuh siswa kelas 1 tidak mengikuti latihan rutin tersebut. Gue seneng dong, kan hukumannya bisa ditanggung rame2, gak malu, hehehe. Di tengah terpaan sinar matahari pagi menjelang siang yang lumayan menggigit, kita semua berbaris rapih. Kalo tidak salah waktu itu gue ada di baris ketiga. Jeng jeng, dag dig dug, sebenernya hukuman apa ya yang bakal kita2 terima, susah gak yaa ?, itulah yang ada dalam benak gue saat itu, dan mungkin juga pikiran ini terbersit dalam benak anak2 yang lain. Setelah mendengar instruksi, ternyata kita disuruh lompat kodok bolak balik lapangan basket. Ohh God, lapangan basketnya kan gede, panas, mana pake rok lagi, down rasanya. Apalagi sebagian besar yang dihukum anak cewek. Mulailah kita menjalani hukuman, satu persatu anak mulai melompat, tidak terkecuali gue. Setelah hampir sampe ke pinggir lapangan, tangan gue rasanya nyeri banget. Kalian tau apa penyebabnya ? Kaki orang yang sedang melompat di sebelah gue berhasil mendarat mulus di tangan gue. "Sial, kan lapangan gede, kok malah milih tangan gue sih", umpat gue dalem ati. Dan yang bikin gue nambah sebel adalah, gak sedikitpun dia minta maaf ke gue, malah langsung memalingkan mukanya ke arah yang berlawanan. Yaa Tuhan nih anak, gak tau etika banget sih. Sekilas gue melihat kearah bajunya, dan gue baca, ternyata namanya Umi Kalsum. Sejak saat itu gue benci banget sama tuh orang, untung kita gak sekelas. Hari-hari berlalu di sekolah ini, sanksi dan hukuman silih berganti menghampiri, inilah konsekuensinya klo kita melanggar aturan, jadi diterima aja deh.
Horeeeeee, kenaikan kelas tiba, bukan cuma seneng karena kita2 naik kelas 2. Tapi, ada hal lain yang bikin kita bahagia. Akhirnya, setelah setahun diwajibkan mengikuti ekskul tsb, kita bebas juga. Hanya anak2 yang mau aja yang masih tetap bertahan, itupun hanya segelintir anak. Setelah pembagian kelas, kok ada sesuatu yang bikin gak enak pemandangan yaa. Ternyata gue sekelas sama anak yang waktu itu nginjek tangan gue tanpa meminta maaf. Yaa Tuhan, sumpah males banget, mana duduknya gak berjauhan lagi. Setelah hari2 berlalu, sekitar satu bulanan kita menjadi penghuni kelas itu. Gue mulai membuka obrolan dengan dia. Ehh ternyata dia anaknya asik loh, kocak pula, kalo lagi ngobrol sama dia, bawa'annya tuh mau ketawa melulu. Ada nih jargon yang amat sangat melekat sama nih anak, dia sering banget ngomong gini, "aok lah", hehehe. Trus ada lagi nih satu hal yg gue inget, setiap kali datang ke sekolah, nih anak paling banyak bawak duid jajan, klo jaman itu standarnya duid jajan kita anak SMA cuma 10rb-20rb, nih anak bisa sampe ratusan ribu. Dan kalian tau dari mana dia bisa dapet uang sebanyak itu ? Usut punya usut, ternyata nih anak mencuri dari warung ibunya (jangan dicontoh yaa adik2, hahaha). Finally, kita berteman dan membentuk sebuah geng yang diberi nama geng SAMMY (untuk lebih jelasnya tentang geng ini, bisa kalian baca pada tulisan2 sebelumnya). Sampe akhir kelulusan SMA, kami masih tetap bersahabat. Tapi, setelah kami sibuk dengan rutinitas dan kegiatan masing2, kami lost contact. Cuma sama dia doang nih, sama temen2 yang lain masih sering ketemu. Setiap ada acara kumpul bareng, nih anak gak pernah nongol. Mungkin udah jalannya Tuhan buat mempertemukan gue dengan nih anak kali yaa, tiba2, beberapa bulan yang lalu. Ada nama tidak dikenal meng-invite gue, gue accept aja.
Beginilah kira2 percakapan kami saat itu via bbm :
Orang gak dikenal : "masih inget gue gak ?"
Gue : "maaf, ini siapa ?" (Karena yg dipajang bukan foto dia)
Orang gak dikenal : "payah, udah ngelupain temen sendiri !!!"
inget2) "Yaa ampun, umiiiiiiiiiiiii, kmn aja lo ?"
Gue : (siapa lagi nih orang, gue perhatiin fotonya, stelah gu
e

Bla... Bla... Bla...
Masih banyak lagi percakapan kita waktu itu, tidak perlu di publish, private area, hihihi

Setelah sekian lama ngilang dan akhirnya dia kembali. Setelah gue tanya2 dari mana dia bisa dapet kontak BB gue. Ternyata sore itu ketika sedang berbelanja, dia gak sengaja ketemu salah satu temen kita, kemudian dia meminta kontak2 teman lamanya, termasuk gue juga. Tingkiu Jeanny Harthy, tanpa lo, gak bakal deh ketemu nih anak lagi. Gak nyangka, setelah sekian lama gak nongol, ternyata si mungil ini udah memiliki anak perempuan yang diberi nama Zieva, udah jadi bidan, PNS pula. Good job teman, ikut bahagia akan keberhasilanmu. Semoga setelah ini kita tetap keep in touch yaa, tali silaturahminya terus terjalin sampe kapanpun. Walaupun udah gak bisa kaya' dulu lagi, udah gak bisa kumpul bareng maupun ketawa bareng. Setidaknya hubungan ini tetap terjalin walau hanya melalui media sosial. Kau menjadi salah satu orang yang tercatat dalam sejarah perjalanan hidupku

Note : Sorry ya Mi, majang foto n buat tulisan ini gak pamit kamu dulu. Dan sorry juga kalo cerita di atas gak utuh, udah lupa, maklum dah lama sih. Semoga ini bisa jadi kenangan n mempererat tali silaturahmi kita yaa. Aamiin.
With Love,
Miimii

Selasa, 20 Mei 2014

Kisah Kasih Maya n Fudin


Aku mengenal mereka sejak pertama kali menginjakkan kakiku di sekolah ini, SMP Negeri 8 Lubai, itulah nama sekolahku. Aku di sini ditugaskan sebagai salah satu tenaga pendidik. Dan mereka adalah muridku, inilah kisah mereka :

Maya. Perempuan manis berambut pendek ini orangnya pendiam, tapi dia selalu menebarkan senyum apabila ada teman yg menggoda maupun meledeknya. Dia selalu mengaduh kepadaku apabila ada teman yg mengganggunya. Dia selalu berkata "Ihh ibuk, gak lucu !!!", apabila aku meledeknya di kelas.

Fudin. Laki-laki hitam manis dengan gaya slenge'an ini sebenarnya cukup pintar, tapi sayangnya dia terlalu malas untuk sekedar memperhatikan guru yg sedang menjelaskan materi di kelas. Mungkin karena ada Maya atau mungkin ada faktor lain yg membuat dia sangat-sangat malas belajar. Dia menjadi langganan "cubitan semutku" hampir setiap hari.

Keduanya adalah anak didikku di sekolah. Awalnya, aku tidak mengetahui bahwa di dalam kelas yg aku pimpin ternyata ada dua sejoli yg lagi menikmati masa-masa indah berpacaran. Setelah aku tahu, aku sedikit khawatir. Takut terjadi hal yg tidak aku inginkan. Hampir setiap hari aku mengintrogasi mereka berdua. Tapi, setelah ku amati, sepertinya Fudin adalah laki-laki baik dan bertanggung jawab. Lumayan lama kisah itu terjalin. Sayang, saat berada di kelas IX kisah kasih yg selama ini mereka bina terkoyak oleh perselingkuhan fudin. Kisah itu terungkap ketika mereka berkemah di kantor kecamatan, malam itu ada seorang perempuan dari sekolah lain mencari Fudin, kebetulan dia bertanya kepada Maya. Mulai timbul kecurigaan dalam benak Maya. Dan ia pun mulai mengintrogasi, dan hasilnya, perempuan tersebut mengaku sebagai pacar Fudin. Bagai disambar petir, hati Maya sakit, ia berlari menjauh, menangis. Sejak malam itu, bendera permusuhan berdiri kokoh di antara Maya dan Fudin. Sedih melihat hal itu, tapi apa boleh buat semua sudah terlanjur. Dalam pancaran mata Fudin, masih terlihat cinta ini, dan di mata Maya pun masih tersisa rasa yg hendak ia kubur dalam2.
***
Dedicated for all my specialy students in junior high school number 8 Lubai, I'll be miss their smile. Gak akan pernah bisa melupakan momen2 kebersamaan kami selama 3 tahun ini, selamat jalan anak2ku, semoga kelak kalian menggapai apa yg kalian cita2kan, sukses dalam segala hal, doa2 terbaik selalu ibu persembahkan untuk kalian semua. Berat, sakit, dan sedih tentunya harus berpisah dengan kalian. Tapi ingatlah, karangan "10 tahun lagi aku mau menjadi apa?" Harus kalian wujudkan, semoga semua impian, asa dan cita2 kita bersama akan terwujud. Dan kita akan bertemu di lain waktu dan kesempatan. Yaa Allah, iringi dan ridhoi langkah kaki kecil anak2ku ini. Aamiin yaa rabbal aalamiin.

With Love,

Miimii

Tanya, Asa dan Rasa

Ketika tanya tak terjawab,
Ketika asa tak berubah menjadi rasa,
Ketika rasa tak terbalaskan.
Jangan hanya menyalahkan DIA,
Coba bertanya pada cermin yang memantulkan bayangan diri kita.
Ketika desah angin mengiringi mendung di siang hari,
Ketika rintik hujan membasahi dedaunan di pekarangan,
Ketika hati tak mampu menahan gejolak rasa,
Dan kaki tak lagi menjadi tumpuan.

Jangan pernah menyalahkan keadaan,
Coba bertanya pada hati dan pikiran.
Layakkah kita menjadi sandaran ???

With Love,

Miimii

SMANSA, Putih Abu-Abu ku Episode Guru Tersayang

Gak cuma cinta dan persahabatan yg melekat dalam ingatan gue selama bersekolah di SMANSA tercinta, ada juga guru2 yg gue favoritkan, gue takutin dan sedikit gue sebel tapi gue sayang mereka semua. Gue rasa setiap siswa itu punya mata pelajaran favorit dan yg kurang disukai. Waktu SMA gue suka banget sama mapel Biologi dan Bahasa Inggris. Gurunya pun gue sukai, ibu J (guru Biologi) sangat gue suka soalnya cara mengajarnya enak dan setiap kali beliau menjelaskan gue ngerti dan faham. Trus Miss M (guru Bahasa Inggris) selain cantik Miss M juga fasih berbahasa Inggris, wajarlah ya secara beliau gurunya. Setiap kali mau memulai pelajaran gue amat sangat bersemangat dan gak mau ketinggalan sedikitpun materinya. Pernah, suatu kali guru Biologi kita diganti, nilai Biologi gue kacau, yg tadinya gue selalu semangat kalo mau belajar sekarang bawa'annya ngantuk dan males. Ya sebenernya bukan kesalahan pada gurunya tapi kesalahan terletak pada diri gue sendiri.
***
Kalo tadi kita membahas mata pelajaran favorit, sekarang kita bahas pelajaran yg selalu bikin gue sebel (baca : bukan gurunya) soalnya ini pelajaran pada itung2an. Yg pertama paling gue takutin pastinya Matematika yg diajarkan oleh ibu M, pak MS, ibu SD, gila nih mapel, mana susah gurunya pun killer. Setiap mau masuk jam pelajaran, badan panas dingin gemeteran. Waktu SMA, yg namanya pelajaran Matematika dapet nilai 1 aja udah syukur alhamdulillah pake banget nget nget, soalnya selama SMA langganan dapet telor alias Nol, hahaha. Pak MS paling suka ngerjain gue, pernah gue disuruh ulangan harian di kantor sendirian kejaaaaamnya. Berikutnya mapel Fisika, mapel ini yg paling bikin gue pusing. Mungkin karena bapak BS saking pinternya akhirnya gue gak ngerti ini pelajaran, apalagi yg selalu dipelajari itu pesawat terbang. Ya, catetan gue isinya pesawat doang jadi kalo ulangan yg diisi gambar pesawat, hahaha. Beda dengan pak RM, semenjak beliau yg mengajar gue jadi demen sama nih mapel soalnya setiap kali disuruh maju gue selalu bisa ngerjain. Dan sialnya, bapak RM pun suka ngerjain gue, itung2an yg notabene gak bisa dikerjain pake kalkulator, dan beliau nyuruh gue ngerjain tuh soal tanpa kalkulator, bikin gue berdiri di depan kelas sampe bel istirahat. Kalo pak D, setiap masuk kelas selalu ngerjain gue. Soal2 yg gak bisa dikerjain oleh temen2 satu kelas selalu gue yg disuruh nyelesaiin. Pernah suatu kali, ketua kelas bilang klo pak D gak masuk jadi kita2 cuma dikasih tugas. Dengan bahagianya gue dan teman2 melenggang (baca : manjat pagar samping) ke kantin tenda yg berada di luar sekolah, ketika lagi asik makan salah satu temen gue teriak klo bapaknya lagi menuju ke arah kelas. Otomatis, gue dan temen2 kocar kacir berebutan manjat pagar, yg sialnya hari itu, kaki gue tersangkut di tali tenda, dan 'buuuuuummmm' gue terjerembab nyium tanah. Kaki gue berdarah, kaos kaki putih panjang yg gue pake berubah jadi warna merah. Dengan terpincang2 gue masuk kelas, dan you know what. Ketika gue lewat di depan bapak D beliau ngomong gini, "kodoknya dapet gak ?", kontan membuat teman2 sekelas gue ngakak dan membuat muka gue merah kaya' kepiting rebus. Tobat deh minggat saat jam pelajaran.
***
Wali kelas gue selama sekolah jg hebat n baik2 banget, sewaktu berada di kelas 1 tepatnya di kelas 1.3, ibu HM yg jadi wali kelas gue, beliau selalu bela anak2nya ketika anak2nya mau dianiaya (baca: ketika mau dihukum kakak kelas gara2 gak ikut ekskul pramuka n paskibra). Ketika di kelas 2, gue pun masuk ke kelas 2.3, kaya'nya emang angka 3 merupakan angka keberuntungan gue, gimana enggak ? SMP aja gue selalu duduk di kelas yg ada angka 3 nya, kelas 1.3 n 2.3, awesome Nah, di kelas 2.3 ini wali kelas gue orangnya gaul men, ibu HS namanya, enak banget, ngerti banget apa yg anak2nya mau. Dan di tahun akhir sekolah, gue dipercaya menjadi salah satu warga 3 IPA 1 (ciyeeeee anak IPA) padahal nih, aslinya gue pengen banget masuk kelas IPS, udah seminggu di IPS, ehhh malah disuruh balik ke IPA lg, alhasil semua anak2 IPS musuhin gue (gak lama kok, cm bentar doang musuhinnya). Nah disini, wali kelas gue ini sangat2 lembut hatinya, mudah terharu dan keibuan banget, namanya ibu SK. Gue sayang banget sama ibu ini.
***
Inilah momen-momen yg gak bakal gue lupa, yg bakal gue kenang buat gue ceritain ke anak cucu gue kelak, bahkan buat obrolan2 singkat ketika gue lagi mengajar di dalam kelas (ehhhh, si Anak bandel n bodoh ini ternyata jadi guru juga yaa ?? Hahaha).
***
Sekian kisah guru-guru terbaik gue di SMA, lewat tulisan ini gue cuma ingin berbagi kisah n pengalaman. Walaupun tulisan ini gak berarti tapi ini bentuk dedikasi gue sekaligus ngungkapin rasa terima kasih gue terhadap bapak ibu guru gue tersayang.
#Entah siapa si pemilik gambar, saya tidak mendapatkan sumbernya, siapapun itu, saya minta izin memasang gambar karya kalian di salah satu artikel blog saya. makasih :)
With Love,



Miimii

Jumat, 16 Mei 2014

Biografi Abang Darwis Tere Liye



Darwis atau yang lebih dikenal dengan nama pena Tere Liye. Tere Liye berasal dari bahasa India. Dan Ketika saya Ketikkan kata Tere Liye di Google maka saya menemukan Tere Liye adalah Theme Song dari Film Veer Zaaranyang dibintangi oleh Sharukh Khan dan Preity Zinta. Dan arti Tere Liye adalah untukmu. Tere Liye lahir dan tumbuh dewasa di pedalaman Sumatera. Berasal dari keluarga petani, anak keenam dari tujuh bersaudara. Dalam sebuah sumber disebutkan, Ia lahir di Palembang (mungkin di daerah Kikim, Lahat, Sumatera Selatan) pada tanggal 21 mei 1979. Tere Liye menikah dengan Riski Amelia dan di karunia seorang putra bernama Abdullah Pasai. Sebagai seorang penulis, beliau terhubung dengan penggemarnya di fans page Facebook dengan nama Darwis Tere Liye. Sampai tulisan ini diangkat, sudah 569.379 (diakses tanggal 16 Mei 2014 pukul 16:42) fans yang me-like fans page-nya. Beliau cukup update untuk melakukan postingan di fans page­-nya tersebut. Kalimat-kalimat mutiara banyak ditulis untuk menyapa para penggemarnya. Riwayat pendidikannya nya: SDN 2 Kikim Timur Sumsel, SMPN 2 Kikim Timur Sumsel, SMUN 9 Bandar Lampung, dan Fakultas Ekonomi UI. Berikut ini karya-karya yang telah dihasilkan oleh Tere Liye dan semuanya sudah pernah saya baca : Bumi, Amelia (Serial Anak2 Mamak), Eliana (Serial Anak2 Mamak), Pukat (Serial Anak2 Mamak), Burlian (Serial Anak2 Mamak), Negeri Di Ujung Tanduk, Sepotong Hati Yang Baru, Negeri Para Bedebah, Berjuta Rasanya, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah, Sunset Bersama Rosie, Kisah Sang Penandai, Ayahku (Bukan) Pembohong, Daun yg Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Hafalan Shalat Delisa, Moga Bunda Disayang Allah, Bidadari-Bidadari Surga, Rembulan Tenggelam di Wajahmu.

*dikutip dari berbagai sumber

With Love,


Miimii
Copyright© All Rights Reserved by Atmi Yanda Silka