JellyPages.com

Sebelum Mulai, Ucapin Salam Dulu Yuuuuukkk...

Sebelum Mulai, Ucapin Salam Dulu Yuuuuukkk...

Selasa, 17 Juli 2012

The Sunrise

Angin senja yang menerpaku kali ini,
mengingatkanku akan canda tawamu di sore itu,
canda tawa kita..

Hangatnya senyuman,
lembutnya tatapan,
membuatku tak kuasa menahan rindu itu,
kerinduan ingin mengulang masa itu,
rindu yang harus kupendam,
apakah ku mampu,??

Rindu ini bagaikan seribu jarum menghujam jantungku,
aku ingin kau yang melepaskan jarum itu satu persatu,
agar perlahan aku bisa melupakan sakit,
perlahan melupakan perih yang selama ini kurasa.

Tapi kapan,??
Entahlah,
hanya mampu berharap walau semua hanyalah harapan palsu belaka...

With Love,

Miimii

Sahabat Jadi Cinta # 7

Putus dari Jay gak buat gue patah arang, gue masih ceria seperti dulu. Teman-temen pada heran kok bisa gue move on secepat ini padahal gue sayang setengah mampus sama Jay. Bendera "enemy" masih tetap berkibar, Jay benci banget sama gue, setiap hari kerjaannya manas-manasin gue. Dia gonta-ganti pacar hampir setiap hari, dan yang lucunya dia selalu pacaran di depan kelas gue. Dia pikir gue cemburu,?? Yaa gak lah, ngapain juga gue cemburu sama dia toh dia bukan siapa-siapa gue lagi. Walaupun gue edah putus dari Jay, pertemanan gue dengan teman-temannya tetap berlanjut, teman-temannya masih suka godain gue, gue senang karena mereka gak ikut-ikutan benci gue. Beberapa bulan pasca putus, gue baru tahu kalo ternyata sahabat baik gue, suka sama gue, Kiki namanya. Dia udah suka sama gue sejak pertama kali ketemu, itu berarti dia udah suka sama gue sekitar sembilan bulan yang lalu. Gak ada yang tau termasuk gue, kecuali Hamid dan Bulan. Ternyata selama ini Kiki sering curhat sama mereka berdua, yang sangat gue salutin, gue sama sekali gak ngeh dan gak ngerti tentang perasaan dia ke gue. Tepat seharri sebelum ultah Kiki, dia dateng ke kos gue, seperti biasa kita ngobrol-ngobrol di depan.
"Mel, besok Kiki ultah loh, Imel mau kasih Kiki hadiah apa,??", Kiki nanya sambil nyegir kuda.
"Kasih apa ya Ki,?? Kiki maunya apa,??", gue nanya balik.
"Kiki maunya Imel, boleh gak kalo Imel jadi milik Kiki,??"
"Boleh Ki, jangankan Imel, Kiki mau minta apa aja pasti boleh, hehehe". Jawab gue sambil bercanda.
Sejenak Kiki terdiam.
"Kiki serius Imel, Imel jangan bercanda dong,!!", wajah Kiki mulai serius.
"Kiki serius mau sama Imel,?? Kiki kan dah tau Imel gimana,??"
"Kiki serius Mel, justru karena Kiki udah tau Imel gimana makanya Kiki mau sama Imel, Imel mau gak sama Kiki,??"
"Mesti Imel jawab sekarang Ki,??"
"Gak Mel, besok aja pas ultah Kiki, biar jadi kado buat Kiki, entah itu kado terindah atau kado terburuk buat Kiki, yaa udah Kiki pulang yaa Mel", Kiki pamit pulang.
"Iya, hati-hati Ki".

Setelah Kiki pulang, gue banyak merenung, gue nanya pendapat Tata dan Jeje, gue bingung. Banyak teman-teman yang mendukung gue jadian sama Kiki. Pada dasarnya Kiki anak yang baek, fia care, sopan, dan humoris banget, pokoknya gue gk ada bosen-bosennya kalo lagi dekat Kiki. Gue sayang Kiki, tapi cuma sebatas teman gak lebih, rasa cinta dan sayang gue masih tertinggal pada sosok Jay. Besok adalah momen paling bersejarah buat Kiki, besok hari kelahiran dia. Sore itu, teman-teman gue udah gak ada lagi di kos, mereka semua sudah pergi ke suatu tempat yang sudah di set Kiki. Gue masih berdiam diri di rumah, HP gue berdering, nampak suara Kiki dari seberang sana, gue buru-buru ke luar soalnya Kiki udah nungguin gue. Gue pergi areng Kiki, sampe di suatu tempat gue diminta menjawab pertanyaan Kiki semalam. Gue bingung mau jawab apa,?? Yaa atau tidak,?? Gue ngelirik ke arah Tata, Bulan, dan Jeje. Mereka melototin gue, itu berarti mereka nyuruh gue jawab "yaa". Dan pada akhirnya gue mengiyakan pertanyaan Kiki. Mulai hari itu kita jadian, awalnya semua berjalan lancar. Tapi pada akhirnya, sesuatu yang dimulai dari sebuah kebohongan akan berakhir tidak baik. Dari awal gue udah ngebohongin perasaan gue sendiri, sampai akhirnya Kiki membuat satu kesalahan yang tidak bisa gue tolerir, dengan berat hati gue minta putus dari Kiki, lama Kiki terdiam dan pada akhirnya dia mengucapkan kata "yaa" disertai anggukan perlahan. Kisah gue kandas lagi, tapi yang gue suka dari kisah ini, sampai sekarang gue dan Kiki masih bersahabat. Kiki lebih sering nemenin gue daripada nemenin pacarnya sendiri, aneh kan,?? Satu hal yang sampai saat ini tetap kokoh dalam pendiriannya, Jay, dia tetap nganggap gue musuh yang harus dibasmi. Bendera "enemy" terus berkibar, entah sampai kapan,??

With Love,

Miimii

Quote Enam

Jangan pernah meninggalkan orang yang kita cintai demi orang yang kita sukai karena suatu saat orang yang kita sukai akan meninggalkan kita demi orang yang dia cintai..

With Love,

Miimii

Quote Lima

Jangan katakan aku cinta padamu bila kau tidak benar-benar peduli padanya,
jangan bicarakan soal perasaan-perasaan itu bila tidak benar-benar adanya,
jangan kau sentuh hidup seseorang bila kau berniat mematahkannya,
jangan menatap ke dalam matanya bila yang kau katakan hanya dusta....

With Love,

Miimii

Quote Empat

Jangan takut untuk melepaskannya jika yang diberikannya hanya menyakitimu. Karena kamu tidak akan tahu betapa berharganya seseorang yang akan menggantikannya. Hanya karena cinta, jangan biarkan dirimu terus menerus menunggu, tanpa kamu juga menyayangi dirimu sendiri..

With Love,

Miimii
Copyright© All Rights Reserved by Atmi Yanda Silka