JellyPages.com

Sebelum Mulai, Ucapin Salam Dulu Yuuuuukkk...

Sebelum Mulai, Ucapin Salam Dulu Yuuuuukkk...

Kamis, 17 Juli 2014

Tanpa Nama :D

Ada lagi nih dear, satu resep yang bakalan gue share sore ini. Nih resep gue gak tau apaan namanya, yang pasti setelah gue coba, uuuueeenaaaak tenan, nyokap gue pun syuuuuka :D
Awal mula gue nyobain nih resep karna dikasih tau temen gue, Sunaini (SMA Negeri 1 Sungai Rotan) namanya. Waktu itu kita lagi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 di SMK Negeri 2 Muara Enim, iseng2 cerita soal masak memasak. Yaudah deh, setelah sampe rumah gue cobain nih resep. cekidooooooottttt......
BAHAN:
  • 1 bungkus Mie telor
  • 4 gelas air
  • 1 buah telor ayam (kocok lepas)
  • daun bawang n seledri (iris halus)
  • 2 buah wortel (serut)
  • 3 sdm terigu (larutkan dengan sedikit air)
  • 1 sdm minyak sayur
  • tepung panir/roti
BAHAN HALUS:
  • 3 siung bawang putih
  • 2 butir bawang merah
  • 1 sdt merica
  • garam secukupnya
  • penyedap rasa secukupnya
CARA BIKIN:
  • rebus mie telor sampai lunak, sisihkan.
  • siapkan teplon anti lengket, panaskan minyak lalu tumis bumbu halus sampai harum.
  • masukkan air, mie telor, wortel, daun bawang n seledri, aduk rata, tunggu sampai mendidih.
  • setelah mendidih, masukkan kocokan telur, aduk2 biar telur tidak menggumpal. terakhir, masukan terigu yang sudah dilarutkan dengan air. angkat.
  • siapkan loyang, masukkan mie telor ke dalam loyang. tunggu sampai uap panasnya hilang, masukkan dalam freezer.
  • setelah mengeras, potong2.
  • siapkan telur yg sudah dikocok lepas dan tepung panir/roti. celupkan potongan mie ke dalam telor dan tepung panir/roti.
  • goreng dalam minyak panas sampai kuning keemasan. angkat.
  • siap disajikan :)
With Love,

Miimii

Puding Marie Susu Ala Chef @atmiys_

Dear, mau coba puding ala gue gak ? Percobaan pertama sih, tapi alhamdulillah lumayan enak looh dear. Tadinya cuma iseng, ngeliat Marie Susu nganggur gak dimakan, jadinya kepikiran bikin puding deh. simak yukk bahan n cara pembuatannya, ini ala gue yaa, gak ada yang boleh protes, hehehehe :p
BAHAN:
  • Satu bungkus Marie Susu
  • 2 bungkus agar2 instan
  • 4 gelas air
  • 8 sdm gula pasir (tergantung selera sih... )
  • 2 sachet susu kental manis putih
CARA BIKIN:
  • siapkan panci, masukkan agar2, gula pasir, susu dan air, aduk rata lalu panaskan di atas kompor. aduk2 sampai mendidih, diusahakan jangan berhenti mengaduk yaa dear, kata nyokap gue biar pudingnya cepat mengeras.
  • siapkan loyang yang sudah dibasahi air, susun rapi Marie Susu. Lalu, siram secara perlahan dengan puding yang telah matang. Diamkan sampai uap panasnya hilang. Masukkan dalam freezer.
  • Bisa disantap bersama fla.
With Love,
Miimii

Senin, 30 Juni 2014

Sebuah Nama, Sebuah Kisah : Umi Kalsum


Umi Kalsum. Nama yang gue kenal secara gak sengaja. Waktu itu, sekitar tahun 2003.
Karna melanggar sebuah aturan, gue harus menerima sanksi. Gue yang waktu itu aktif di salah satu ekskul yaitu Pramuka, tidak hadir tanpa keterangan dalam latihan yang rutin digelar setiap hari Sabtu pukul 14.00 wib. Pada hari Senin, kami orang2 si pelanggar aturan ini dikumpulkan di tengah lapangan. Ternyata gak cuma gue yang suka melanggar aturan sekolah ini, hampir separuh siswa kelas 1 tidak mengikuti latihan rutin tersebut. Gue seneng dong, kan hukumannya bisa ditanggung rame2, gak malu, hehehe. Di tengah terpaan sinar matahari pagi menjelang siang yang lumayan menggigit, kita semua berbaris rapih. Kalo tidak salah waktu itu gue ada di baris ketiga. Jeng jeng, dag dig dug, sebenernya hukuman apa ya yang bakal kita2 terima, susah gak yaa ?, itulah yang ada dalam benak gue saat itu, dan mungkin juga pikiran ini terbersit dalam benak anak2 yang lain. Setelah mendengar instruksi, ternyata kita disuruh lompat kodok bolak balik lapangan basket. Ohh God, lapangan basketnya kan gede, panas, mana pake rok lagi, down rasanya. Apalagi sebagian besar yang dihukum anak cewek. Mulailah kita menjalani hukuman, satu persatu anak mulai melompat, tidak terkecuali gue. Setelah hampir sampe ke pinggir lapangan, tangan gue rasanya nyeri banget. Kalian tau apa penyebabnya ? Kaki orang yang sedang melompat di sebelah gue berhasil mendarat mulus di tangan gue. "Sial, kan lapangan gede, kok malah milih tangan gue sih", umpat gue dalem ati. Dan yang bikin gue nambah sebel adalah, gak sedikitpun dia minta maaf ke gue, malah langsung memalingkan mukanya ke arah yang berlawanan. Yaa Tuhan nih anak, gak tau etika banget sih. Sekilas gue melihat kearah bajunya, dan gue baca, ternyata namanya Umi Kalsum. Sejak saat itu gue benci banget sama tuh orang, untung kita gak sekelas. Hari-hari berlalu di sekolah ini, sanksi dan hukuman silih berganti menghampiri, inilah konsekuensinya klo kita melanggar aturan, jadi diterima aja deh.
Horeeeeee, kenaikan kelas tiba, bukan cuma seneng karena kita2 naik kelas 2. Tapi, ada hal lain yang bikin kita bahagia. Akhirnya, setelah setahun diwajibkan mengikuti ekskul tsb, kita bebas juga. Hanya anak2 yang mau aja yang masih tetap bertahan, itupun hanya segelintir anak. Setelah pembagian kelas, kok ada sesuatu yang bikin gak enak pemandangan yaa. Ternyata gue sekelas sama anak yang waktu itu nginjek tangan gue tanpa meminta maaf. Yaa Tuhan, sumpah males banget, mana duduknya gak berjauhan lagi. Setelah hari2 berlalu, sekitar satu bulanan kita menjadi penghuni kelas itu. Gue mulai membuka obrolan dengan dia. Ehh ternyata dia anaknya asik loh, kocak pula, kalo lagi ngobrol sama dia, bawa'annya tuh mau ketawa melulu. Ada nih jargon yang amat sangat melekat sama nih anak, dia sering banget ngomong gini, "aok lah", hehehe. Trus ada lagi nih satu hal yg gue inget, setiap kali datang ke sekolah, nih anak paling banyak bawak duid jajan, klo jaman itu standarnya duid jajan kita anak SMA cuma 10rb-20rb, nih anak bisa sampe ratusan ribu. Dan kalian tau dari mana dia bisa dapet uang sebanyak itu ? Usut punya usut, ternyata nih anak mencuri dari warung ibunya (jangan dicontoh yaa adik2, hahaha). Finally, kita berteman dan membentuk sebuah geng yang diberi nama geng SAMMY (untuk lebih jelasnya tentang geng ini, bisa kalian baca pada tulisan2 sebelumnya). Sampe akhir kelulusan SMA, kami masih tetap bersahabat. Tapi, setelah kami sibuk dengan rutinitas dan kegiatan masing2, kami lost contact. Cuma sama dia doang nih, sama temen2 yang lain masih sering ketemu. Setiap ada acara kumpul bareng, nih anak gak pernah nongol. Mungkin udah jalannya Tuhan buat mempertemukan gue dengan nih anak kali yaa, tiba2, beberapa bulan yang lalu. Ada nama tidak dikenal meng-invite gue, gue accept aja.
Beginilah kira2 percakapan kami saat itu via bbm :
Orang gak dikenal : "masih inget gue gak ?"
Gue : "maaf, ini siapa ?" (Karena yg dipajang bukan foto dia)
Orang gak dikenal : "payah, udah ngelupain temen sendiri !!!"
inget2) "Yaa ampun, umiiiiiiiiiiiii, kmn aja lo ?"
Gue : (siapa lagi nih orang, gue perhatiin fotonya, stelah gu
e

Bla... Bla... Bla...
Masih banyak lagi percakapan kita waktu itu, tidak perlu di publish, private area, hihihi

Setelah sekian lama ngilang dan akhirnya dia kembali. Setelah gue tanya2 dari mana dia bisa dapet kontak BB gue. Ternyata sore itu ketika sedang berbelanja, dia gak sengaja ketemu salah satu temen kita, kemudian dia meminta kontak2 teman lamanya, termasuk gue juga. Tingkiu Jeanny Harthy, tanpa lo, gak bakal deh ketemu nih anak lagi. Gak nyangka, setelah sekian lama gak nongol, ternyata si mungil ini udah memiliki anak perempuan yang diberi nama Zieva, udah jadi bidan, PNS pula. Good job teman, ikut bahagia akan keberhasilanmu. Semoga setelah ini kita tetap keep in touch yaa, tali silaturahminya terus terjalin sampe kapanpun. Walaupun udah gak bisa kaya' dulu lagi, udah gak bisa kumpul bareng maupun ketawa bareng. Setidaknya hubungan ini tetap terjalin walau hanya melalui media sosial. Kau menjadi salah satu orang yang tercatat dalam sejarah perjalanan hidupku

Note : Sorry ya Mi, majang foto n buat tulisan ini gak pamit kamu dulu. Dan sorry juga kalo cerita di atas gak utuh, udah lupa, maklum dah lama sih. Semoga ini bisa jadi kenangan n mempererat tali silaturahmi kita yaa. Aamiin.
With Love,
Miimii

Selasa, 20 Mei 2014

Kisah Kasih Maya n Fudin


Aku mengenal mereka sejak pertama kali menginjakkan kakiku di sekolah ini, SMP Negeri 8 Lubai, itulah nama sekolahku. Aku di sini ditugaskan sebagai salah satu tenaga pendidik. Dan mereka adalah muridku, inilah kisah mereka :

Maya. Perempuan manis berambut pendek ini orangnya pendiam, tapi dia selalu menebarkan senyum apabila ada teman yg menggoda maupun meledeknya. Dia selalu mengaduh kepadaku apabila ada teman yg mengganggunya. Dia selalu berkata "Ihh ibuk, gak lucu !!!", apabila aku meledeknya di kelas.

Fudin. Laki-laki hitam manis dengan gaya slenge'an ini sebenarnya cukup pintar, tapi sayangnya dia terlalu malas untuk sekedar memperhatikan guru yg sedang menjelaskan materi di kelas. Mungkin karena ada Maya atau mungkin ada faktor lain yg membuat dia sangat-sangat malas belajar. Dia menjadi langganan "cubitan semutku" hampir setiap hari.

Keduanya adalah anak didikku di sekolah. Awalnya, aku tidak mengetahui bahwa di dalam kelas yg aku pimpin ternyata ada dua sejoli yg lagi menikmati masa-masa indah berpacaran. Setelah aku tahu, aku sedikit khawatir. Takut terjadi hal yg tidak aku inginkan. Hampir setiap hari aku mengintrogasi mereka berdua. Tapi, setelah ku amati, sepertinya Fudin adalah laki-laki baik dan bertanggung jawab. Lumayan lama kisah itu terjalin. Sayang, saat berada di kelas IX kisah kasih yg selama ini mereka bina terkoyak oleh perselingkuhan fudin. Kisah itu terungkap ketika mereka berkemah di kantor kecamatan, malam itu ada seorang perempuan dari sekolah lain mencari Fudin, kebetulan dia bertanya kepada Maya. Mulai timbul kecurigaan dalam benak Maya. Dan ia pun mulai mengintrogasi, dan hasilnya, perempuan tersebut mengaku sebagai pacar Fudin. Bagai disambar petir, hati Maya sakit, ia berlari menjauh, menangis. Sejak malam itu, bendera permusuhan berdiri kokoh di antara Maya dan Fudin. Sedih melihat hal itu, tapi apa boleh buat semua sudah terlanjur. Dalam pancaran mata Fudin, masih terlihat cinta ini, dan di mata Maya pun masih tersisa rasa yg hendak ia kubur dalam2.
***
Dedicated for all my specialy students in junior high school number 8 Lubai, I'll be miss their smile. Gak akan pernah bisa melupakan momen2 kebersamaan kami selama 3 tahun ini, selamat jalan anak2ku, semoga kelak kalian menggapai apa yg kalian cita2kan, sukses dalam segala hal, doa2 terbaik selalu ibu persembahkan untuk kalian semua. Berat, sakit, dan sedih tentunya harus berpisah dengan kalian. Tapi ingatlah, karangan "10 tahun lagi aku mau menjadi apa?" Harus kalian wujudkan, semoga semua impian, asa dan cita2 kita bersama akan terwujud. Dan kita akan bertemu di lain waktu dan kesempatan. Yaa Allah, iringi dan ridhoi langkah kaki kecil anak2ku ini. Aamiin yaa rabbal aalamiin.

With Love,

Miimii

Tanya, Asa dan Rasa

Ketika tanya tak terjawab,
Ketika asa tak berubah menjadi rasa,
Ketika rasa tak terbalaskan.
Jangan hanya menyalahkan DIA,
Coba bertanya pada cermin yang memantulkan bayangan diri kita.
Ketika desah angin mengiringi mendung di siang hari,
Ketika rintik hujan membasahi dedaunan di pekarangan,
Ketika hati tak mampu menahan gejolak rasa,
Dan kaki tak lagi menjadi tumpuan.

Jangan pernah menyalahkan keadaan,
Coba bertanya pada hati dan pikiran.
Layakkah kita menjadi sandaran ???

With Love,

Miimii
Copyright© All Rights Reserved by Atmi Yanda Silka