JellyPages.com

Sebelum Mulai, Ucapin Salam Dulu Yuuuuukkk...

Sebelum Mulai, Ucapin Salam Dulu Yuuuuukkk...

Kamis, 28 Maret 2013

Akhir Kisah #30Januari2013 :(


Entah apa yang kurasa saat ini, perasaan remuk redam, kehilangan orang yang kita kasihi. Tiada kesempatan berjabat tangan lagi, tiada kesempatan membelai punggung rentahnya, tidak ada lagi canda tawa saat makan cemilan di teras rumah, tiada lagi obrolan-obrolan ringan itu, tiada lagi manja-manjaan saat memanggilnya, tiada lagi orang tua yang tidak mengenali cucunya saat kami berkunjung, tiada lagi semua. Masih banyak keinginan dan janji-janjiku yang belum terealisasi, penyesalan tiada guna, hari-hari tlah berlalu dan takkan pernah kembali, maafkan aku atas semua kesalahan dan janji yang tak tersampaikan. Pupus sudah harapanku, keinginanku bersanding di pelaminan disaksikan kajut dan pugok sirna. Selamat jalan kajut. Apapun tentang dirimu akan selalu aku, kami, dan mereka kenang. Tenanglah di sisi-Nya, damailah bersama pugok, wak Latief, wak Umar, bik Kastiana, dan bik Lismawati di surga. Doa kami menyertai dan selalu mengiringi langkahmu di alam sana. Aamiin aamiin yaa robbal alaamiin. Jagakan mereka untuk kami yaa Allah.

With Love,

Miimii

Story Of Us, Kisah Cinta, Pertemanan, dan Pernikahan


Cinta itu indah, tapi ngejalaninya gak semudah dan semulus cerita didongeng. Gue gak peduli orang yang memandang sebelah mata hubungan cinta gue sama dia. Gue gak takut sama orang-orang yang berusaha sekuat tenaga buat ngehancurin dan misahin gue sama dia. Tapi, yang gue takutin Cuma satu, yaitu saat gue ngebuka mata gue di pagi hari dan gue tahu kalo dia udah gak cinta lagi sama gue. Ibarat lego, gue seperti nemuin separuh hidup gue yang hilang. Gue butuh dia dalam hidup gue, sama dia gue merasa komplit, gue merasa lebih punya arah dan tujuan hidup yang lebih pasti. Sama dia gue nemuin tempat gue sendiri, rumah gue sendiri. Gue nemuin dunia gue sendiri, nnemuin apa artinya hidup yang Tuhan kasih. Sama dia gue ngerasa jadi lebih hidup dan merasa kalo keberadaan gue ini sangat berarti buat orang lain. Gue ngerasa kalo ada orang lain yang sangat cinta sama gue. Dan yang paling penting adalah saat gue sama dia, gue baru tahu dan gue bener-bener ngerasain yang namanya jatuh cinta. Hidup itu pilihan kita sendiri, yang nentuin ke mana arah hidup kita. Tapi kalo cinta? Cinta gak bisa milih apalagi buat dipaksain, tapi saat lo mulai sadar kalo yang lo rasain bener-bener cinta, kejar terus! Sampai mati pun harus lo perjuangin. Laki-laki di dunia ini ada dua, kalo gak banci ya bangsat. Alah, perempuan juga gak sadar secara gak langsung mereka ngeklaim diri mereka sendiri kalo saat itu mereka sedang pacaran ma banci atau bangsat. Atau gak lagi cari calon suami yang banci atau bangsat. Gue baru tahu mengapa Tuhan menciptakan manusia tidak ada yang sempurna. Itu karena Tuhan udah menciptakan manusia lain yang akan menjadi pasangan hidup kita untuk mengisi bagian yang tidak sempurna itu. Agar kita melebur jadi satu bagian yang tak terpisahkan, saling isi kekurangan satu sama lain. Sehingga menjadi sesuatu yang utuh yang bener-bener sempurna.


Created By @_VinoGBastian @MarshaTimothy2

With Love,

Miimii

From Gerbang With Love

Sebut saja namanya Deva, lelaki tinggi hiitam manis dan berhidung mancung itu tengah berdiri di depan gerbang sekolah. Ini hari pertamanya memasuki dunia baru, duni SMP. Di depan gerbang ia menanti dengan gusar kedatangan teman-temannya, maklum masih junior dan hari pertama pula. Dalam kegusarannya, tanpa sengaja Deva melihat sosok perempuan manis melintas di hadapannya. “Kalo dilihat dari dandanannya, kaya’nya dia juga murid baru”, gumam Deva dalam hati. Ia masih menebak-nebak siapa perempuan tadi ketika teman-temannya datang dan mengagetkannya, “lo ngeliatin apaan, Dev? Serius amat” salah satu teman Deva bertanya lalu diiringi gemuruh suara tawa teman-teman yang lain karena melihat muka Deva yang seperti orang linglung. “Gak ngeliatin apa-apa kok, gw gini karena kelamaan nunggu kalian”, balas Deva sambil mengalihkan pembicaraan temannya. “Sorry deh kita-kita telat, gak ada angkot yang lewat tadi”, bersamaan dengan itu bel sekolah berbunyi menandakan anak-anak harus kumpul di lapangan. Deva dan teman-temannya berlari menuju lapangan.
***
Di lapangan mata Deva berputar keseluruh area lapangan, masih dicarinya sosok perempuan yang belum ia ketahui namanya itu. Sampai pada suatu titik matanya berhenti berputar. Nah, itu dia. Perempuan manis itu sedang tertawa bersama teman-temannya di barisan paling belakang. “Sungguh menawan wajahnya, siapa ya namanya? Semoga gw bisa sekelas sama dia, hehe”, Deva terkekeh dalam hati sambil senyum-senyum.
***
Pengumuman dan pembagian kelas telah usai, ternyata Deva dan teman-temannya terpisah. Deva menempati kelas 1.3, ada sedikit perasaan kecewa karena ia tidak berkumpul bersama teman-temannya. Hei, tunggu dulu. Mata Deva menatap tidak percaya, ia sekelas dengan perempuan yang melintas di hadapannya tadi pagi. “Terima kasih yaa Allah, Engkau telah mengabulkan doa hamba”, Deva bersyukur sambil sesekali mencuri pandang ke arah perempuan yang membuatnya terpesona.
***
Tiba saatnya perkenalan, satu persatu murid maju ke depan kelas sambil memperkenalkan diri, tak terkecuali perempuan manis itu, Deva sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa nama perempuan tersebut.
***
“Ternyata namanya Imel, cocok sama wajahnya”, gumam Deva. Deva memberanikan diri untuk berkenalan secara langsung. Didekatinya Imel lalu menyapa, “Hai, boleh kenalan? Gw Deva, salam kenal”, suara Deva dibuat seramah mungkin. “Kan tadi udah kenalan di depan!!”, jawab Imel agak sedikit jutek. “Gw gak akan nyerah!!!”, teriak Deva dalam hati.
***
Hari-hari dilalui Deva dengan semangat, tidak sedetikpun dia lewatkan untuk tidak bersekolah. Hari-harinya bahagia meskipun dia tidak berteman akrab dengan Imel, setidaknya saat ini Imel tidak lagi jutek ketika di sapa, makin hari Deva semakin mengagumi Imel, selain supel dan mudah bergaul, ternyata Imel juga termasuk murid yang pintar dan Imel pun tidak sungkan-sungkan untuk mengajari temannya ketika mereka ada kesulitan dalam belajar.
***
Deva memberanikan diri untuk membuat surat cinta kepada Imel, suratnya ia bungkus rapih ke dalam sebuah amplop berwarna putih bersih. Surat tersebut ia tittpkan kepada salah seorang temannya, Arya. Karena Imel belum juga menampakkan batang hidungnya ke sekolah, akhirnya Arya menitipkan surat tadi kepada teman sebangku Imel, Icha. Karena penasaran Icha membuka surat tersebut dan membacanya, alhasil setelah Icha membaca hampir seluruh siswa membaca surat tersebut, dan ternyata Imel pun belum membacanya. Ada perasaan kesal atas kelakuan temannya tersebut, dibuangnya surat itu karena malu di olok-olok oleh teman-temannya. Pada saat itu, Imel masih sangat muda dan masih takut mengenal apa itu cinta, hampir setiap hari teman-teman mengoloknya. Sampai pada titik kesabarannya habis dan Deva pun terkena imbasnya. Tak seorang pun dari mereka mendapat sapaan dan senyuman dari Imel lagi, semua berubah, tak lagi ceria. Ada perasaan bersalah kepada Deva, akan tetapi Imel tidak berani mengucapkan kata maaf.
***
Hari-hari di sekolah dilalui Deva dan Imel tanpa bertegur sapa, sampai pada akhirnya hari kelulusan itu tiba. Deva dan Imel tidak melanjutkan ke sekolah yang sama, mereka terpisah.
***
Setelah kurang lebih sembilan tahun terpisah, akhirnya pada suatu malam Imel dikejutkan dengan nama sebuah akun disalah satu jejaring sosial bernama “Facebook” dan ingin menambahkan Imel sebagai teman ke dalam akunnya. “Darimana dia tahu akun facebook gw?”, gumam Imel sambil menekan tombol konfirmasi. Setelah sekian lama Deva berhasil menemukan Imel. Komunikasi yang telah lama terputus akhirnya kembali berjalan lancar melalui jejaring sosial. Ternyata Deva sudah berada di sebuah pulau yang disebut-sebut sebagai paru-parunya dunia, yaa Deva berada di pulau Kalimantan. Dan Imel, masih di sini, di kampung ini. Dan mereka akhirnya berteman kembali.

#Cerita ini saya dedikasikan buat teman saya yang berinisial “Deva”, maafin saya atas kejadian beberapa tahun silam, gak pernah ada niat buruk saya pada saat itu, gak ada sedikit pun niat buat kamu malu. Mungkin karena dulu saya masih terlalu muda untuk memahami gimana cara menghargai orang lain. Jadikan ini sebagai kenangan manis yang akan kita ceritakan pada anak cucu kita kelak.

With Love,

Miimii

Happy Mothers Day, Always Love n Proud You, Mom :*


Wanita setengah baya berumur sekitar 56 tahun itu bernama Sumaidah, Dia adalah anak keempat dari H. Husin (alm) dan Sodiah. Seorang wanita desa yang hanya lulus pendidikan dasar, keinginannya untuk bersekolah Ia pendam, rela mengorbankan pendidikan demi ketiga adik laki-lakinya agar bisa bersekolah. Alhamdulillah, pengorbanannya tidak sia-sia, ketiganya mampu membanggakan keluarga. Kapten Inf. Safrin Husin, seorang perwira TNI di Kabupatn Bangka Belitung, Suryadi Husin, S.Pd., Mantan Kepala Sekolah dan seorang guru Sekolah Dasar di Kabupaten Muara Enim, dan Aurianto Husin, S.Sos. (sebentar lagi mendapatkan gelar master) yang bekerja di Dinas Koperasi kota Palembang. Ketiganya adalah adik dari wanita itu. Wanita yang dinikahi oleh seorang prajurit TNI pada tahun 1979 dan telah dikaruniai tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Demi ketiga anaknya, Ia rela bekerja apapun asal halal demi anak-anaknya agar bisa lebih baik dari dirinya. Anak ketiganya sering diolok-olok teman sekolahnya karena ibunya adalah seorang pedagang sayur keliling, tapi dia tidak malu, dia tetap bangga kepada ibunya, dia tetap menunjukkan prestasinya, tanpa ada sedikitpun minder dalam diri. Karena kerja keras ibu dan bapaknyalah, sekarang Ia mampu mewujudkan cita-citanya. Sekarang Ia mampu berdiri tegak di hadapan mereka yang dahulu mencemooh, yang dahulu memandang rendah, yang dahulu menghina, yang dahulu melihat sebelah mata, orang-orang yang kini tidak menjadi apa-apa. Di hadapan mereka digenggam erat tangan ibunya, dipeluk hangat pundak ibunya, tanpa ibunya tidak akan jadi apa-apa dia sekarang. Anak itu adalah aku, dan wanita setengah baya itu adalah ibuku. Tanpa beliau, tanpa kerja kerasnya, tanpa doanya, tanpa dukungannya, tidak akan ada Atmi Yanda Silka, S.Pd. Roda terus berputar, ada kalanya kita terhempas ke bawah dan ada kalanya kita melonjak naik ke atas. Alhamdulillah, sekarang semua telah berubah.
Terima kasih ibu, atas semua kerja kerasmu, atas semua peluh yang membasahi tubuhmu, akan semua air mata yang menetes di pipimu, sungguh jasamu tak ternilai oleh apapun, kasih sayangmu kepada kami tiada terbatas. Maafkan kami karena belum bisa membahagiakanmu. Kakak, buatlah ibu kita bangga, buatlah dia tersenyum dihari tuanya, agar tiada penyesalan dalam diri kita kelak. Aku bersyukur pernah membuatmu bangga, bu. Takkan kulupakan senyum kebahagiaanmu diwaktu wisudaku itu.
Selamat hari ibu, kami selalu bangga akan dirimu, bu. Kemarin, saat ini, dan hingga akhir hayat kami, cinta dan sayang ini akan selalu untukmu.
Kami yang selalu menyayangimu, Serka (Purn.) Moch Yono (suami) dan Ryos Saska Husta, Atre Lalan Sah Putra, Atmi Yanda Silka (anak-anak).
With Love,

Miimii

Aku pun Butuh

Siapa bilang aku tak butuh cinta?
Siapa bilang aku tak butuh kasih?
Siapa bilang aku tak butuh sayang?
Siapa bilang aku tak butuh lelaki?
Aku butuh semua itu, aku ingin senua itu, aku juga mempunyai rasa yang sama dengan wanita-wanita di luar sana, aku ingin ada seorang lelaki yang menemani hidupku, melingiringi setiap langkahku, mengagkatku dikala terjatuh, dan melindungi disaat aku lemah. Tapi, mungkin Tuhan belum mempercayakan semua itu padaku, aku masih harus  bersabar. Suatu hari nanti, Tuhan pasti emberikannya padaku, karena semua kan indah pada waktunya.

With Love,

Miimii
Copyright© All Rights Reserved by Atmi Yanda Silka